Namun, beban Indonesia tidak hanya berada di pundak Jonatan.
Tiga pasangan ganda putra juga akan berusaha memberikan kejutan.
Sayangnya, perjalanan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin langsung mendapat ujian berat sejak babak pertama.
Leo/Daniel harus berhadapan dengan pasangan Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, yang berstatus sebagai pasangan nomor satu dunia.
Pertandingan tersebut menjadi salah satu tantangan paling berat bagi wakil Indonesia di awal turnamen.
Menghadapi pasangan elite dunia tentu membutuhkan permainan yang sangat disiplin.
Leo/Daniel harus mampu menjaga fokus, mengurangi kesalahan sendiri, serta memanfaatkan setiap peluang untuk mencuri angka.
Di sisi lain, Sabar/Reza dan Ali Faathir/Devin juga memiliki kesempatan untuk memperpanjang langkah Indonesia.
Meski datang dengan komposisi minimalis, bukan berarti peluang Merah Putih sepenuhnya tertutup.
Justru dengan jumlah wakil yang sedikit, setiap kemenangan akan memiliki arti besar.
Jika Jonatan mampu melaju jauh dan setidaknya satu pasangan ganda putra berhasil menembus babak-babak akhir, Indonesia masih bisa menjaga harapan meraih gelar di China Masters 2026.
Persaingan di Shenzhen pun menjadi ujian penting bagi keempat wakil Indonesia untuk membuktikan kemampuan mereka di tengah kepungan pemain-pemain terbaik dunia.