Kucing adalah hewan yang cukup sensitif terhadap perubahan lingkungan.
Pindah rumah, kehadiran hewan peliharaan baru, suara bising, atau perubahan rutinitas bisa membuat kucing stres.
Dampaknya, bulu mereka bisa rontok lebih banyak dari biasanya.
Faktor lain yang sering diabaikan adalah pola makan.
Nutrisi yang tidak seimbang, terutama kekurangan protein, asam lemak omega-3, dan vitamin penting, dapat memengaruhi kesehatan bulu kucing.
Bulu bisa menjadi kusam, rapuh, dan mudah rontok jika asupan makanannya tidak terpenuhi dengan baik.
Masalah kesehatan juga bisa menjadi penyebab serius.
Infeksi kulit, jamur, kutu, alergi, atau penyakit tertentu dapat menyebabkan kerontokan bulu yang tidak normal.
Jika kamu melihat kucing sering menggaruk, muncul luka, atau botak di area tertentu, ini bisa menjadi tanda adanya masalah medis yang perlu diperiksa oleh dokter hewan.
Perawatan yang kurang tepat juga dapat memperparah kondisi bulu kucing.
Jarang menyisir bulu bisa menyebabkan bulu kusut dan akhirnya rontok.
Begitu juga dengan penggunaan sampo yang tidak sesuai, yang bisa membuat kulit kucing kering dan iritasi.
Lalu, bagaimana solusinya?
Pertama, biasakan menyisir bulu kucing secara rutin.
Untuk kucing berbulu panjang, menyisir setiap hari sangat dianjurkan, sedangkan kucing berbulu pendek cukup beberapa kali dalam seminggu. Ini membantu mengurangi bulu yang rontok dan menjaga kebersihan kulit.
Kedua, pastikan kucing mendapatkan makanan berkualitas dengan kandungan nutrisi lengkap.