Mereka tampil dominan sejak awal pertandingan dan tidak memberikan banyak kesempatan kepada lawan untuk berkembang.
Permainan yang disiplin dan efektif membuat pasangan Indonesia unggul jauh sebelum akhirnya mengunci kemenangan 21-10 sekaligus memastikan tiket ke final.
Usai pertandingan, Meilysa Trias Puspitasari mengaku bersyukur bisa membalikkan keadaan setelah mengalami kesulitan di gim pertama.
“Alhamdulillah bisa menang dan ke final. Tadi di gim pertama permainan belum sesuai dengan yang direncanakan, tapi di gim kedua dan ketiga kami bisa menerapkan permainan yang kami inginkan,” ujar Trias.
Ia juga mengaku senang dapat kembali menembus final Australian Open, meski fokus utama masih tertuju pada laga puncak yang akan digelar besok.
“Pasti senang bisa kembali ke final di sini, tapi masih belum selesai. Masih ada pertandingan besok, jadi kami harus lebih semangat dan all out,” tambahnya.
Sementara itu, Febriana Dwipuji Kusuma menilai lawan sudah melakukan evaluasi dari pertemuan sebelumnya sehingga mampu menyulitkan mereka pada awal laga.
“Mereka belajar dari pertemuan pertama dan mereka sudah siap dengan polanya hari ini. Di gim pertama kami terbawa ritme dan tempo mereka. Setelah itu kami bisa menemukan cara yang tepat untuk bangkit,” kata Ana.
Menatap partai final, Ana menegaskan bahwa dirinya dan Trias akan mempersiapkan diri sebaik mungkin tanpa memandang siapa lawan yang akan dihadapi.
“Siapapun lawannya pasti kami harus siap untuk besok. Tapi kami berharap Rachel/Febi bisa menang untuk mengulang final tahun lalu untuk Indonesia,” tutup Ana.
Kemenangan ini membuat harapan Indonesia untuk meraih gelar di sektor ganda putri Australian Open 2026 tetap terjaga.