Memasuki gim kedua, pertandingan berjalan lebih sengit.
Pasangan Lee/Lee sempat beberapa kali memimpin perolehan angka dan membuat Fajar/Fikri berada dalam posisi tertinggal.
Namun, pasangan Indonesia tersebut tidak menyerah begitu saja.
Mereka terus mencoba berbagai pola permainan untuk membongkar pertahanan lawan.
Perlahan namun pasti, Fajar/Fikri mampu mengejar ketertinggalan.
Dengan komunikasi yang semakin baik serta keberanian untuk mengadu permainan, mereka akhirnya berhasil membalikkan keadaan dan menutup gim kedua dengan skor 21-18.
Usai pertandingan, Fajar mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan yang diraih.
Ia juga menilai pertandingan tidak berjalan mudah karena lawan memiliki pertahanan yang sangat solid.
“Bersyukur tiada henti alhamdulillah diberikan kelancaran di pertandingan hari ini. Kami tahu pola permainan lawan sangat baik terutama di defense mereka yang solid,” ujar Fajar.
Ia juga mengungkapkan bahwa mereka sudah mempelajari permainan lawan sebelumnya, terutama setelah pasangan tersebut mengalahkan wakil Indonesia lainnya.
“Mereka kemarin mengalahkan pasangan Indonesia lainnya jadi kami terus mempelajari kelemahan dan kelebihan mereka,” tambahnya.
Fajar juga menyoroti jalannya gim kedua yang berlangsung ketat.
Saat lawan sempat unggul, mereka tetap berusaha memaksa permainan hingga akhirnya bisa membalikkan keadaan.
Sementara itu, Fikri menilai komunikasi menjadi salah satu kunci kemenangan mereka pada pertandingan tersebut.
Meski sempat tertinggal di gim kedua, mereka tetap berusaha mencari celah untuk mengejar ketertinggalan.
“Kunci kemenangan hari ini adalah komunikasi yang baik dengan pasangan. Di gim kedua posisi kami selalu tertinggal tapi kami terus mencari peluang bagaimana kita bisa mengejar,” kata Fikri.