Beberapa kali reli panjang terjadi dan membuat pertandingan berjalan lebih ketat.
Namun, Tiwi/Fadia tetap mampu menjaga fokus serta mengontrol tempo permainan.
Berkat komunikasi yang baik dan permainan yang lebih tenang, mereka akhirnya kembali mengamankan gim kedua dengan skor 21-16 sekaligus memastikan tiket ke semifinal.
Usai pertandingan, Amallia Cahaya Pratiwi mengaku sangat bersyukur dengan hasil yang diraih.
Ia menyebut keberhasilan menembus semifinal menjadi pencapaian yang membahagiakan bagi mereka.
“Alhamdulillah perasaannya senang, karena ini baru pertama kali kami tembus babak semifinal di Kejuaraan Asia. Tapi perjuangan belum usai, masih ada babak berikutnya,” ujar Tiwi.
Ia juga menuturkan bahwa mereka telah melakukan evaluasi dari pertemuan sebelumnya melawan pasangan Jepang tersebut.
Pada pertemuan terakhir, mereka sempat kalah karena kehilangan fokus meski sempat memimpin di awal pertandingan.
“Karena di pertemuan terakhir kami kalah akibat kurang fokus padahal sempat ambil kemenangan di awal. Antisipasi kami sebelum laga tadi mencoba untuk menjaga fokus dan bola-bola panjangnya,” tambahnya.
Untuk pertandingan selanjutnya, Tiwi mengaku ingin bermain lebih lepas tanpa beban dan berani mengambil risiko.
“Untuk besok mainnya mau nothing to lose dan lebih nekat,” katanya.
Sementara itu, Fadia juga mengungkapkan rasa senangnya bisa menembus semifinal di level turnamen besar bersama pasangan barunya.
Menurutnya, hasil ini menjadi langkah awal yang baik untuk mencapai level tertinggi.
“Tembus semifinal level super 1000 pastinya senang karena kami baru dipasangkan, tapi kami mau secepatnya bermain di top level. Semoga ini bisa menjadi batu loncatan,” ujar Fadia.
Ia menambahkan bahwa kemenangan ini tidak lepas dari permainan yang sudah sesuai dengan strategi yang direncanakan.
Sejak awal laga, mereka mampu mengontrol ketenangan dan menjaga komunikasi dengan baik di lapangan.