Variasi serangan yang mereka tampilkan membuat pasangan UEA sering berada dalam posisi tertekan.
Tanpa kesulitan berarti, pasangan Indonesia pun menutup gim pertama dengan kemenangan 21-12.
Memasuki gim kedua, dominasi Fajar/Fikri semakin terlihat.
Mereka langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal laga dan tidak memberi ruang bagi Dev/Dhiren untuk berkembang.
Kecepatan permainan yang diterapkan Fajar/Fikri membuat lawan sering terlambat mengantisipasi arah shuttlecock.
Beberapa kali smash keras dari Fikri berhasil menghasilkan poin langsung.
Sementara itu, Fajar tampil sangat efektif di depan net dengan permainan netting yang rapi serta mampu memotong bola dengan cepat.
Keunggulan pasangan Indonesia terus melebar seiring berjalannya pertandingan.
Dev/Dhiren tampak kesulitan keluar dari tekanan dan sering melakukan kesalahan sendiri.
Situasi ini semakin mempermudah langkah Fajar/Fikri untuk mengontrol jalannya pertandingan.
Tanpa banyak hambatan, Fajar/Fikri akhirnya menutup gim kedua dengan skor telak 21-9.
Kemenangan dua gim langsung ini memastikan wakil Indonesia tersebut melangkah ke babak 16 besar.
Hasil ini juga menunjukkan performa solid Fajar/Fikri yang tampil kompak sepanjang pertandingan.
Mereka mampu memanfaatkan keunggulan pengalaman dan kualitas permainan untuk mendominasi laga.
Dengan kemenangan ini, Fajar/Fikri menjaga asa Indonesia untuk meraih hasil terbaik di ajang Badminton Asia Championships 2026.
Pada babak berikutnya, mereka diperkirakan akan menghadapi lawan yang lebih tangguh sehingga konsistensi permainan akan menjadi kunci untuk melangkah lebih jauh di turnamen bergengsi tingkat Asia tersebut.