Meski berusaha bangkit selepas interval dengan mencoba mempercepat tempo permainan dan mencari celah melalui variasi serangan, jarak poin yang sudah terlalu jauh membuat upaya tersebut sulit mengejar ketertinggalan.
Liu/Tan tetap tampil konsisten dan akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan 21-11.
Memasuki gim kedua, pertandingan berjalan jauh lebih ketat.
Ana/Trias mulai mampu membaca pola permainan lawan dan tampil lebih berani dalam meladeni reli-reli cepat.
Kedua pasangan saling kejar angka sejak awal pertandingan.
Perlawanan gigih dari ganda putri Indonesia mulai terlihat ketika mereka mampu menjaga tempo permainan dan memanfaatkan beberapa kesalahan lawan.
Kerja sama yang solid membuat Ana/Trias berhasil unggul tipis 11-9 saat interval gim kedua.
Setelah jeda, pertandingan semakin menarik.
Liu Sheng Shu/Tan Ning meningkatkan intensitas serangan dengan mengandalkan kecepatan drive serta penempatan bola yang tajam.
Ana/Trias berusaha keras mengimbangi permainan tersebut dan terus menempel ketat perolehan angka.
Namun di poin-poin krusial, pasangan China menunjukkan kualitas mereka sebagai ganda putri terbaik dunia.
Keuletan dalam bertahan serta kecepatan saat bertransisi dari bertahan ke menyerang membuat Liu/Tan perlahan mengambil alih kendali pertandingan.
Meskipun Ana/Trias sempat memberikan tekanan dan membuat pertandingan berlangsung ketat hingga akhir gim, pasangan China akhirnya mampu mengunci kemenangan dengan skor 21-19.
Hasil ini membuat Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari harus menghentikan langkah mereka di babak pertama Badminton Asia Championships 2026.
Kekalahan tersebut juga memaksa pasangan Indonesia itu langsung angkat koper dari turnamen.
Meski demikian, perlawanan yang ditunjukkan Ana/Trias terutama di gim kedua menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan sengit terhadap pasangan papan atas dunia.