HARIANBANYUASIN.COM – Tokoh masyarakat Banyuasin, Kaharuddin Aziz, menyoroti sejumlah program pemerintah di sektor pendidikan, khususnya terkait rencana pembangunan sekolah rakyat dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Kaharuddin, rencana pembangunan sekolah baru perlu dikaji ulang secara matang. Ia menilai, saat ini jumlah sekolah di Banyuasin sudah cukup banyak, baik negeri maupun swasta, sehingga pemerintah seharusnya lebih fokus pada peningkatan kualitas dibandingkan menambah kuantitas.
“Kenapa harus membangun sekolah baru, sementara sekolah yang sudah ada masih banyak? Harusnya pemerintah meningkatkan kualitas sekolah yang ada, baik dari segi fasilitas, tenaga pengajar, maupun mutu pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keberadaan sekolah swasta di Banyuasin yang jumlahnya cukup banyak. Menurutnya, kebijakan pembangunan sekolah baru dikhawatirkan justru berdampak pada keberlangsungan sekolah swasta yang selama ini turut berperan dalam dunia pendidikan.
“Sekolah swasta juga perlu diperhatikan. Jangan sampai kebijakan ini justru membuat sekolah swasta kekurangan siswa,” tambahnya.
Selain itu, Kaharuddin juga menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah. Ia menilai program tersebut belum berjalan optimal di lapangan.
“Faktanya, banyak makanan yang tidak dimakan oleh siswa. Paling hanya sekitar 10 persen yang dikonsumsi, sisanya terbuang. Ini tentu mubazir,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program tersebut agar pelaksanaannya lebih efektif, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.