Perjalanan Alwi menuju final tidaklah mudah, termasuk saat ia sukses menumbangkan unggulan pertama asal China, Li Shifeng, di babak semifinal.
Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa pemain muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing dengan elite dunia.
Selain Alwi, beberapa sektor lain juga menunjukkan perkembangan yang menjanjikan meskipun belum konsisten meraih kemenangan.
Dari ganda putra hingga ganda putri, pertandingan-pertandingan yang dijalani memperlihatkan adanya peningkatan dari sisi teknik maupun strategi permainan.
Namun demikian, PBSI tetap menyoroti sejumlah aspek yang perlu dibenahi.
Evaluasi menyeluruh terus dilakukan, mulai dari konsistensi performa di setiap pertandingan, kesiapan mental dalam menghadapi tekanan, hingga aspek teknis yang masih perlu ditingkatkan.
Tak kalah penting adalah faktor recovery, mengingat padatnya jadwal turnamen yang menuntut kondisi fisik prima dalam waktu singkat.
Padatnya kalender kompetisi internasional memang menjadi tantangan tersendiri.
Para atlet dituntut untuk tidak hanya tampil maksimal di lapangan, tetapi juga mampu menjaga kebugaran dan fokus sepanjang tur.
Dalam situasi ini, manajemen fisik dan mental menjadi kunci penting untuk menjaga performa tetap stabil.
PBSI meyakini bahwa setiap proses yang dilalui saat ini adalah bagian dari perjalanan menuju level yang lebih tinggi.
Dengan pembenahan yang terukur dan berkelanjutan, peluang untuk kembali meraih prestasi puncak tetap terbuka lebar.
Tur Eropa 2026 mungkin belum memberikan hasil yang diharapkan dalam bentuk gelar, tetapi fondasi menuju masa depan yang lebih cerah sedang dibangun.
Dengan semangat pantang menyerah dan komitmen untuk terus berkembang, daya saing atlet Indonesia diyakini akan semakin kuat di panggung dunia.