Sementara itu, Febi Setianingrum juga memberikan evaluasi terhadap jalannya pertandingan.
Ia mengakui bahwa pada gim pertama mereka masih mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan kondisi lapangan.
Hal tersebut membuat permainan mereka belum maksimal, terutama dalam hal kontrol pukulan.
“Di gim pertama kami masih adaptasi dengan lapangan pertandingan, pukulan-pukulan kami juga masih tidak enak,” jelas Febi.
Namun, memasuki gim kedua dan ketiga, mereka mulai menemukan ritme permainan yang tepat.
Dengan meningkatkan tempo permainan dan intensitas serangan, pasangan ini akhirnya mampu membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan.
“Di gim kedua dan ketiga kami mencoba menaikkan hawanya, mempercepat tempo dan akhirnya bisa ketemu ritme dan pola yang pas,” lanjutnya.
Kemenangan ini tentu menjadi modal penting bagi Rachel/Febi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
Meski demikian, keduanya memilih untuk tetap fokus dan tidak ingin terbebani target yang terlalu jauh.
Mereka menegaskan bahwa langkah demi langkah akan menjadi pendekatan utama dalam turnamen ini.
“Kami pastinya membidik gelar juara di sini tapi tetap fokusnya satu pertandingan ke satu pertandingan dulu,” tutup Febi.
Dengan performa yang mulai membaik dan kepercayaan diri yang kembali terbangun, Rachel/Febi diharapkan mampu melanjutkan tren positif mereka dan bersaing hingga babak akhir Orleans Masters 2026.