Ia menegaskan bahwa meski secara peringkat mereka lebih diunggulkan dibanding lawan asal Prancis, hal tersebut tidak boleh membuat mereka lengah.
“Alhamdulillah diberi kemenangan. Pastinya kami tidak boleh lengah dan tidak boleh meremehkan walau pasangan Prancis secara di atas kertas masih di bawah kami,” kata Bagas.
Bagas juga menekankan pentingnya komunikasi di dalam lapangan.
Ia menyadari bahwa dalam pertandingan, tidak selalu kedua pemain berada dalam performa terbaik secara bersamaan.
Oleh karena itu, kerja sama dan saling menutupi kekurangan menjadi kunci keberhasilan mereka.
“Namanya permainan pasti ada momen salah satunya sedang tidak enak main, jadi bagaimana kami bisa saling mengisi,” jelasnya.
Dalam pertandingan tersebut, pasangan Prancis tampil cukup solid dan menyulitkan.
Mereka bermain aman dan konsisten, beberapa kali mampu mengembalikan serangan Leo/Bagas dengan baik sehingga reli panjang tak terhindarkan.
“Mereka cukup safe bermainnya, tadi beberapa kali cukup rapat dan bisa terus mengembalikan bola dari kami,” tambah Bagas.
Menatap babak perempat final, Leo/Bagas sudah ditunggu pasangan India, Amsakarunan/Arjun.
Leo menilai lawan berikutnya tidak bisa dianggap remeh karena memiliki potensi untuk memberikan perlawanan sengit.
“Di perempat final bertemu pasangan India, kami harus waspada karena pasangan ini bisa menyulitkan. Yang terpenting kami bisa main tanpa terbebani,” ujar Leo.
Dengan bekal kemenangan di babak sebelumnya, Leo/Bagas diharapkan mampu tampil lebih solid dan konsisten.
Evaluasi yang telah disampaikan keduanya menjadi modal penting untuk meningkatkan performa, terutama dalam menghadapi lawan yang semakin tangguh di fase krusial turnamen.
Jika mampu memperbaiki kontrol permainan dan menjaga komunikasi, peluang Leo/Bagas untuk melangkah lebih jauh di Orleans Masters 2026 tetap terbuka lebar.
Dukungan publik Indonesia pun diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi keduanya untuk terus memberikan yang terbaik di setiap pertandingan.