HARIANBANYUASIN.COM - Tekanan inflasi di tahun 2026 kini semakin meningkat dan menjadi perhatian serius.
Kondisi ini dipicu oleh konflik global yang masih berlangsung, menyebabkan lonjakan harga energi dan bahan pokok di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak dunia mengalami kenaikan tajam akibat terganggunya pasokan dari wilayah konflik.
BACA JUGA:Harga Bahan Pokok Naik di 2026, Masyarakat Diminta Waspada
BACA JUGA:Arus Mudik Lebaran 2026 Semakin Padat, Pemudik Diminta Tunda Perjalanan di Jam Rawan
Dampaknya langsung terasa pada biaya transportasi dan distribusi barang, yang kemudian mendorong kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.
Tak hanya itu, rantai pasok global juga ikut terganggu.
Distribusi bahan pangan dan bahan baku menjadi tidak stabil, sehingga menyebabkan kelangkaan di sejumlah sektor.
BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026 Memuncak, Kepadatan Terjadi di Sejumlah Titik
BACA JUGA:Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat, Jutaan Warga Bersiap Pulang Kampung
Hal ini membuat harga barang di pasar domestik terus mengalami tekanan naik.
Para analis ekonomi menyebut kondisi ini sebagai efek domino dari ketegangan geopolitik.
Kenaikan harga di tingkat global perlahan merambat ke dalam negeri, memperberat beban masyarakat.
Pemerintah pun terus melakukan berbagai langkah untuk menekan laju inflasi, mulai dari menjaga stok pangan, operasi pasar, hingga pengendalian distribusi barang .
Namun, tekanan dari faktor global membuat situasi masih belum sepenuhnya stabil.