HARIANBANYUASIN.COM - Harga bahan pokok di Indonesia kembali mengalami kenaikan pada awal tahun 2026, terutama menjelang bulan Ramadan dan Lebaran.
Sejumlah komoditas penting seperti beras, cabai, telur, hingga daging ayam tercatat mengalami lonjakan harga di berbagai daerah.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa kenaikan harga paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam.
BACA JUGA:1.006 PPPK Paruh Waktu di Banyuasin Gigit Jari
BACA JUGA:Tak Perlu Panik Saat Libur, UGD dan Persalinan Puskesmas Pangkalan Balai Tetap Beroperasi
Bahkan, harga cabai rawit secara nasional menembus angka di atas Rp70 ribu per kilogram, jauh melampaui harga acuan pemerintah.
Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah dan daging sapi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Fenomena ini dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan, sementara pasokan di beberapa wilayah masih terbatas.
BACA JUGA:Ratusan Pemudik Dilepas, Program Herman Deru–Cik Ujang Hadirkan Perjalanan Aman
BACA JUGA:Wagub Sumsel Lepas Mudik Gratis Pemprov Sumsel Lebaran 1447 H
BPS juga mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah provinsi, seperti DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Barat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi pangan mulai dirasakan di berbagai daerah secara merata.
Meski demikian, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menekan lonjakan harga, seperti operasi pasar, distribusi bantuan pangan, serta pengawasan terhadap rantai pasok.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Para ahli ekonomi mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur pengeluaran, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok.