Insiden itu memicu rasa nyeri di bagian pinggang yang kemudian terus dirasakan hingga pertandingan berikutnya.
Meski mengalami rasa sakit, Dhinda tetap berusaha menyelesaikan pertandingan perempat final dengan penuh semangat.
Ia menunjukkan tekad kuat untuk tetap bertanding dan berjuang hingga akhir demi mengamankan kemenangan dan melangkah ke babak semifinal.
Namun ketika memasuki pertandingan semifinal melawan Xu Wen Jing, kondisi tersebut ternyata belum sepenuhnya pulih.
Rasa sakit pada pinggangnya justru semakin meningkat seiring jalannya pertandingan.
Pada saat skor memasuki poin 11 di gim pertama, pergerakan Dhinda mulai terlihat sangat terbatas.
Ia kesulitan menjangkau bola dengan maksimal, sehingga tim pelatih akhirnya memutuskan untuk menghentikan pertandingan demi menjaga kondisi atlet.
“Dinda sebenarnya ingin tetap bertanding karena semangat juangnya sangat besar. Namun dalam situasi seperti ini, kesehatan atlet tetap menjadi prioritas utama,” ujar Nunung.
Setelah pertandingan dihentikan, tim pelatih bersama tim medis Pelatnas PBSI akan segera melakukan pemeriksaan dan penanganan medis secara menyeluruh.
Langkah ini dilakukan agar proses pemulihan Dhinda dapat berjalan optimal.
Diharapkan, dengan penanganan yang tepat, Dhinda bisa segera kembali menjalani latihan dan kembali bertanding dalam kondisi terbaiknya di turnamen-turnamen berikutnya.