Ia menambahkan, dalam kesimpulan rapat terakhir bersama Gubernur Sumsel, terdapat komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang telah disampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum terkait dukungan pengadaan lahan untuk pembangunan flyover tersebut.
Edward menegaskan, agenda rapat kali ini difokuskan pada penyusunan program kerja tim percepatan agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan terarah dan tepat waktu.
“Agenda hari ini kita menyusun program kerja tim percepatan, sehingga seluruh proses mulai dari perencanaan, pendanaan hingga teknis pembangunan dapat dipastikan berjalan dengan baik dan terkoordinasi,” tegasnya.
Sekda juga menjelaskan, dalam rapat sebelumnya bersama Gubernur Sumsel telah disepakati empat rencana pembangunan flyover pada perlintasan sebidang di Kabupaten Muara Enim sebagai upaya mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan di jalur perlintasan kereta api.
Adapun rencana pembangunan empat flyover tersebut meliputi:
1. Flyover JPL 99 Belimbing dengan nilai pembangunan sekitar Rp197.931.852.210 akan dibangun oleh PT Bukit Asam Tbk, dengan dukungan regulasi serta pendampingan dari BPKP Provinsi Sumatera Selatan.
2. Flyover JPL 104 Gunung Megang 1 dengan nilai sekitar Rp128.754.943.743 akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum RI, sementara pengadaan lahan didukung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
3. Flyover JPL 106 Gunung Megang 2 dengan nilai pembangunan sekitar Rp250.702.564.065 akan dibangun melalui konsorsium PT KAI (Persero) bersama APBS (Asosiasi Pengusaha Batubara Sumatera Selatan).
Dalam skema ini PT KAI memberikan subsidi sebesar Rp75 miliar, sementara APBS juga mendorong adanya penambahan delapan rangkaian kereta api.
4. Flyover JPL 111 Ujan Mas dengan nilai sekitar Rp124.903.211.915 direncanakan dibangun oleh PT KAI (Persero).
Edward berharap melalui rapat penyusunan program kerja ini, percepatan pembangunan empat flyover tersebut dapat segera direalisasikan melalui sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta guna mendukung kelancaran transportasi serta aktivitas ekonomi di wilayah Muara Enim dan sekitarnya.