Pasangan Indonesia bahkan mampu unggul di awal permainan dan memberikan tekanan kepada pasangan China.
Sayangnya, momentum tersebut tidak mampu dipertahankan.
Saat Rian/Rahmat unggul di awal gim, pasangan China justru mampu menikung dan berbalik memimpin dengan skor 8-9.
Sejak saat itu, permainan Rian/Rahmat terlihat mulai kehilangan ritme.
Poin pasangan Indonesia bahkan sempat stagnan di angka delapan akibat banyaknya kesalahan sendiri.
Kondisi tersebut dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Chen Bo Yang/Liu Yi yang terus menambah keunggulan melalui serangan cepat serta penempatan bola yang sulit dijangkau.
Tekanan yang terus diberikan membuat Rian/Rahmat semakin kesulitan keluar dari situasi tersebut.
Akhirnya, pasangan China berhasil menutup gim kedua dengan kemenangan 21-10 sekaligus memastikan kemenangan straight game atas wakil Indonesia.
Hasil ini membuat Rian/Rahmat harus mengakhiri perjuangan mereka di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut pada babak delapan besar.
Kekalahan ini juga menjadi pukulan tersendiri bagi tim Indonesia.
Pasalnya, hingga Jumat (6/3/2026), Indonesia belum berhasil meloloskan satu pun wakil ke babak semifinal All England 2026.
Sebanyak tiga wakil Merah Putih yang tampil di perempat final harus kandas di tangan lawan-lawannya.
Meski demikian, perjuangan para pemain Indonesia di turnamen bergengsi ini tetap mendapat apresiasi.
Diharapkan hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi turnamen-turnamen besar berikutnya di kalender bulu tangkis dunia.