“Beberapa kali pukulan tidak pas, ketika smash misalnya bolanya agak berhenti,” tambahnya.
Bagi Jonatan, All England merupakan salah satu turnamen yang menjadi target penting dalam kalender kompetisinya.
Turnamen bersejarah tersebut memiliki prestise tinggi sekaligus menawarkan poin ranking yang besar.
Setelah tampil di India Open, Jonatan mengaku memaksimalkan waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen ini.
Persiapan dilakukan dari berbagai aspek, mulai dari fisik, psikologis, hingga strategi permainan.
“Setelah India Open, lebih banyak persiapan menuju ke sini, dari psikologisnya, dari fisiknya dan dari cara mainnya,” jelasnya.
Jonatan juga menilai persaingan di sektor tunggal putra saat ini semakin merata.
Ia menyoroti banyaknya kejutan yang terjadi di babak awal turnamen.
“Banyak kejutan terjadi kemarin di tunggal putra. Inilah maksudnya big event, pressure-nya pasti ada apalagi di pertandingan pembuka yang selalu tidak mudah,” kata Jonatan.
Menurutnya, setiap pertandingan di turnamen besar harus diperlakukan seperti laga final.
Hal itu penting mengingat kualitas para pemain kini semakin merata, termasuk munculnya banyak pemain muda berbakat.
Dengan kemenangan ini, Jonatan Christie melangkah ke babak 16 besar dan menjaga harapan Indonesia untuk meraih hasil terbaik di All England 2026.