Kombinasi serangan tajam dan pertahanan disiplin membuat lawan sulit berkembang.
Di sektor tunggal putri, terjadi duel sesama pemain China antara Wang Zhi Yi dan Han Qian Xi.
Pertandingan berlangsung ketat dan penuh reli panjang.
Han Qian Xi akhirnya keluar sebagai juara usai menang dramatis 21-19, 22-20.
Kemenangan ini menjadi bukti mental kuat Han dalam laga krusial.
Dominasi China makin terasa di nomor ganda putri.
Pasangan Bao Li Jing/Luo Xu Min sukses mengalahkan rekan senegara mereka Li Yi Jing/Wang Yi Duo dengan skor 21-16, 21-16.
Permainan agresif sejak awal gim membuat mereka mampu mengontrol tempo pertandingan hingga akhir.
Sementara itu, sektor ganda putra juga menjadi milik China lewat pasangan Chen Bo Yang/Liu Yi.
Meski sempat kehilangan gim pertama saat menghadapi wakil Prancis Julien Maio/Wiliam Vilegar, mereka bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 17-21, 21-15, 21-12.
Mental juara dan stamina prima menjadi kunci kebangkitan di dua gim terakhir.
Satu-satunya gelar yang lepas dari genggaman China datang dari sektor tunggal putra.
Dalam laga final sesama pemain Prancis, Christo Popov menundukkan Toma Junior Popov 21-16, 21-15.
Dengan torehan empat gelar dan dua runner up, China menutup turnamen ini sebagai juara umum dengan performa yang sangat dominan.
Hasil ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa China masih menjadi kekuatan utama bulu tangkis dunia dan siap menghadapi turnamen-turnamen besar berikutnya sepanjang musim 2026.