HARIAN BANYUASIN.COM — Keberadaan hewan trenggiling kini semakin jarang terlihat di alam liar.
Satwa unik yang dikenal memiliki tubuh bersisik keras ini perlahan menghilang dari habitat alaminya akibat perburuan liar serta kerusakan lingkungan.
Padahal, trenggiling memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama sebagai pengendali populasi serangga.
BACA JUGA:Fakta Unik Raja-udang Kerdil Papua, Si Permata Kecil Penghuni Hutan Papua
BACA JUGA:Fakta Unik Paruh-Kodok Tanduk, Burung Misterius dari Hutan Tropis
Trenggiling merupakan mamalia nokturnal atau hewan yang aktif pada malam hari.
Tubuhnya tertutup sisik keras berbahan keratin, yakni zat yang sama dengan pembentuk kuku dan rambut manusia.
Sisik tersebut berfungsi sebagai pelindung alami dari serangan predator.
BACA JUGA:Cendrawasih Botak: Permata Langka dari Timur Indonesia yang Penuh Keunikan
BACA JUGA:Trenggulun, Buah Ungu Renyah yang Kini Mulai Langka
Saat merasa terancam, trenggiling akan menggulung tubuhnya menjadi bola, membuatnya sulit diserang.
Di wilayah Sumatera Selatan, masyarakat pedesaan dahulu masih sering menjumpai trenggiling di kawasan hutan maupun kebun karet.
Namun kini, kemunculannya semakin langka.
BACA JUGA:Jangan Kaget! 40 Ribu Pohon Jeruk di Kota Ini Ternyata Tak Boleh Dimakan, Ini Alasannya
BACA JUGA:Dikira Durian, Ternyata Bukan! Cempedak Durian Ini Bikin Pecinta Buah Auto Ketagihan