Dari tampilan saja, blewah terlihat lebih mencolok karena warnanya yang terang.
2. Perbedaan Rasa dan Tekstur
Dari segi rasa, timun suri cenderung lebih netral dan ringan.
Rasanya tidak terlalu manis, sehingga sering dipadukan dengan sirup, gula cair, atau susu kental manis agar lebih nikmat saat berbuka puasa.
Sebaliknya, blewah memiliki rasa yang lebih manis alami.
Aromanya yang kuat membuat blewah terasa lebih segar meski tanpa tambahan pemanis berlebihan.
Teksturnya juga sedikit lebih padat dibandingkan timun suri, walaupun tetap lembut saat disantap.
3. Kandungan Air dan Manfaat Kesehatan
Kedua buah ini sama-sama mengandung kadar air tinggi, sehingga efektif membantu menghidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.
Timun suri dikenal sangat berair dan membantu mengganti cairan tubuh dengan cepat.
Kandungan vitamin C dan seratnya juga baik untuk menjaga daya tahan tubuh serta melancarkan pencernaan.
Blewah pun kaya akan air dan mengandung vitamin A, vitamin C, serta antioksidan.
Warna oranye pada blewah menunjukkan adanya beta-karoten yang baik untuk kesehatan mata dan kulit.
Karena rasanya yang lebih manis alami, blewah juga bisa menjadi pilihan lebih sehat jika ingin mengurangi tambahan gula saat berbuka.
4. Popularitas Saat Ramadan
Menariknya, kedua buah ini sebenarnya jarang menjadi konsumsi utama di luar bulan Ramadan.