Kerusakan enamel akibat cuka apel biasanya terjadi secara perlahan.
Beberapa tanda awal yang sering muncul antara lain gigi terasa sensitif saat mengonsumsi makanan panas atau dingin, permukaan gigi terasa kasar, serta warna gigi tampak lebih kusam.
Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus, risiko gigi berlubang dan keropos akan semakin besar.
Meski begitu, bukan berarti cuka apel harus dihindari sepenuhnya.
Anda tetap bisa mendapatkan manfaatnya dengan cara konsumsi yang tepat.
Salah satu cara paling efektif adalah dengan mencampurkan cuka apel dengan air sebelum diminum.
Pengenceran ini membantu mengurangi tingkat keasaman sehingga lebih aman bagi gigi.
Selain itu, disarankan menggunakan sedotan saat meminum larutan cuka apel.
Cara ini dapat mengurangi kontak langsung cairan asam dengan permukaan gigi.
Setelah mengonsumsi cuka apel, sebaiknya segera berkumur menggunakan air putih untuk menetralkan sisa asam di dalam mulut.
Hal penting lainnya adalah menghindari menyikat gigi segera setelah minum cuka apel.
Kondisi enamel yang sedang melemah akibat asam justru bisa semakin terkikis jika langsung disikat.
Sebaiknya tunggu sekitar 30 menit sebelum menyikat gigi agar enamel memiliki waktu untuk kembali mengeras.
Menjaga kebersihan gigi secara rutin juga menjadi langkah penting dalam mencegah kerusakan.
Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dapat membantu memperkuat enamel dan melindungi gigi dari paparan asam.
Pemeriksaan gigi secara berkala ke dokter gigi juga sangat dianjurkan untuk memastikan kondisi gigi tetap sehat.