Salah satu perubahan penting adalah bertambahnya jumlah peserta di nomor tunggal.
Jika sebelumnya hanya diikuti oleh 32 pemain, ke depan jumlah tersebut akan meningkat menjadi 48 pemain.
Penambahan kuota ini tentu membuka peluang lebih luas bagi atlet untuk bersaing di level tertinggi dunia.
“Jumlah peserta nomor tunggal bertambah dari 32 menjadi 48 pemain, sehingga membuka peluang yang lebih luas bagi atlet untuk tampil di level tertinggi. Atlet juga akan menjalani lebih banyak pertandingan karena menggunakan sistem setengah kompetisi hingga lolos ke babak 16 besar,” jelas Bambang.
Selain memberikan kesempatan bertanding lebih banyak, durasi turnamen yang lebih panjang juga diharapkan mampu menjaga kondisi fisik dan performa atlet.
Dengan jadwal pertandingan yang tidak terlalu padat serta penggunaan hanya dua lapangan pertandingan, para atlet memiliki waktu istirahat yang lebih cukup.
“Dengan durasi turnamen yang lebih panjang serta hanya menggunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai. Hal ini diharapkan dapat menjaga kualitas permainan dan performa atlet sepanjang turnamen,” tambahnya.
BWF dan PBSI juga berupaya menghadirkan konsep baru dalam penyelenggaraan turnamen, yaitu sportainment.
Konsep ini menggabungkan unsur olahraga dengan hiburan untuk menciptakan pengalaman menonton yang lebih menarik bagi penonton, baik yang hadir langsung di arena maupun yang menyaksikan melalui siaran televisi dan platform digital.
“Dengan durasi yang lebih panjang, penyelenggaraan Indonesia Open memungkinkan hadirnya berbagai elemen hiburan dan aktivasi di luar lapangan pertandingan. Sportainment menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik bagi penonton di arena maupun penggemar yang mengikuti melalui siaran dan platform digital,” ungkap Bambang.
Selain perubahan durasi dan format kompetisi, BWF juga berencana meningkatkan jumlah siaran pertandingan secara signifikan.
Mulai tahun 2027, jumlah pertandingan yang ditayangkan diperkirakan meningkat hampir dua kali lipat, dari sekitar 1.410 pertandingan menjadi sekitar 3.000 pertandingan.
Langkah transformasi ini menunjukkan komitmen BWF dalam memperluas jangkauan bulutangkis ke pasar global sekaligus meningkatkan nilai komersial olahraga ini.
Bagi Indonesia, perubahan ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk terus mempertahankan reputasi sebagai salah satu pusat kekuatan bulutangkis dunia.