Makanan utama mereka adalah plankton, yaitu organisme laut berukuran sangat kecil.
Cara makannya pun unik, Pari Manta berenang dengan mulut terbuka lebar sambil menyaring air laut.
Plankton yang terbawa arus air akan tertangkap oleh struktur penyaring khusus di dalam mulutnya, sementara air laut kembali dikeluarkan.
Keunikan lain dari Pari Manta adalah tidak adanya sengat berbisa pada tubuhnya.
Hal ini menjadi pembeda utama antara Pari Manta dengan beberapa jenis pari lain yang memiliki sengat beracun di bagian ekornya.
Karena tidak memiliki sengat, Pari Manta termasuk hewan laut yang aman bagi manusia.
Bahkan, dalam banyak kesempatan, Pari Manta dikenal memiliki sifat penasaran dan sering mendekati penyelam tanpa menunjukkan tanda-tanda agresi.
Interaksi ini membuat Pari Manta menjadi daya tarik utama bagi wisata selam di berbagai belahan dunia.
Selain keindahan dan keunikannya, keberadaan Pari Manta juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Mereka membantu mengontrol populasi plankton yang berlebihan, sehingga menjaga rantai makanan laut tetap stabil.
Oleh karena itu, Pari Manta sering dianggap sebagai indikator kesehatan ekosistem samudra.
Jika populasi Pari Manta menurun, hal tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada lingkungan laut, seperti pencemaran atau perubahan iklim.
Sayangnya, meskipun termasuk hewan yang dilindungi, populasi Pari Manta masih menghadapi berbagai ancaman.
Perburuan liar, tertangkap secara tidak sengaja dalam jaring nelayan, serta kerusakan habitat menjadi tantangan besar bagi kelangsungan hidup mereka.
Oleh karena itu, upaya konservasi dan perlindungan habitat laut sangat diperlukan untuk memastikan raksasa laut yang lembut ini tetap dapat hidup dan berkembang di samudra.
Pari Manta bukan hanya simbol keindahan laut, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam.