Momentum tersebut menjadi titik balik bagi tim Indonesia yang mulai tampil lebih percaya diri dan menekan lawan melalui permainan cepat serta strategi yang lebih rapi.
Pada partai keempat, Indonesia kembali menunjukkan ketangguhan mental.
Melalui pertarungan sengit hingga rubber game, pasangan ganda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Kemenangan ini menjadi suntikan moral yang sangat penting bagi tim sebelum memasuki partai penentuan.
Laga penutup akhirnya menjadi milik Indonesia setelah wakil tunggal putra yang sekaligus Kapten Tim, Anthony Sinisuka Ginting mampu tampil tenang dan konsisten sepanjang pertandingan.
Dengan permainan menyerang yang efektif dan pertahanan solid, Indonesia berhasil memastikan kemenangan 3-2 atas Malaysia.
Kemenangan dramatis ini mendapat apresiasi tinggi karena menunjukkan karakter kuat serta daya juang luar biasa dari para pemain muda Indonesia.
Keberhasilan menjadi juara grup membuat Indonesia akan menghadapi Thailand di babak perempat final.
Thailand dikenal sebagai salah satu kekuatan bulu tangkis Asia yang memiliki kedalaman skuad merata di semua sektor.
Oleh karena itu, Indonesia diprediksi harus mempersiapkan strategi matang agar mampu melanjutkan tren positif.
Secara keseluruhan, performa tim beregu putra Indonesia selama fase grup menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan.
Kombinasi pemain muda dan pengalaman menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan ketat di BATC 2026.
Selain itu, kekompakan tim dan mental bertanding yang kuat menjadi faktor kunci dalam meraih kemenangan dramatis atas Malaysia.
Dukungan masyarakat Indonesia tentu diharapkan dapat terus mengalir untuk memberikan motivasi tambahan bagi para pemain.
Dengan semangat juang yang telah ditunjukkan, peluang Indonesia untuk melangkah lebih jauh di BATC 2026 masih terbuka lebar.
Pertandingan melawan Thailand diprediksi akan menjadi ujian berikutnya bagi konsistensi performa skuad Merah Putih dalam perburuan gelar juara.