Memasuki gim kedua, situasi mulai berubah.
Prahdiska Bagas sempat tertinggal di awal gim akibat beberapa kesalahan sendiri yang cukup merugikan.
Meski demikian, ia berhasil bangkit dan memperbaiki performanya hingga berbalik unggul 11-9 saat interval.
Sayangnya, setelah jeda, Eogene melakukan perubahan strategi yang cukup efektif.
Tekanan yang diberikan membuat Bagas kesulitan mengembangkan permainan terbaiknya.
Kesalahan demi kesalahan kembali terjadi, sehingga gim kedua akhirnya menjadi milik Eogene dengan skor 21-14.
Pertandingan pun berlanjut ke gim penentuan yang berlangsung sengit.
Pada awal gim ketiga, Prahdiska Bagas kembali menunjukkan ketenangannya.
Ia tampil agresif dan langsung melesat unggul 7-2.
Kepercayaan diri Bagas semakin terlihat ketika ia mampu mempertahankan keunggulan hingga interval dengan skor 11-8.
Setelah jeda, Bagas tetap bermain disiplin dan tidak memberi banyak kesempatan kepada lawannya untuk mengejar ketertinggalan.
Permainan yang stabil membuat Bagas sukses mengamankan gim ketiga dengan skor 21-15 sekaligus menyumbangkan poin penting bagi Indonesia.
Meski kemenangan Bagas belum mampu membawa Indonesia memimpin secara keseluruhan, hasil tersebut tetap menjaga asa skuad Merah Putih untuk bersaing memperebutkan status juara Grup D.
Dengan dua pertandingan yang masih tersisa, peluang Indonesia untuk membalikkan keadaan masih terbuka lebar.
Dukungan solid antar pemain serta konsistensi performa akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk meraih hasil maksimal di laga-laga selanjutnya.