Jika Anda mendapati darah di feses, terutama tanpa sebab yang jelas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis.
2. Ada perubahan pola buang air besar
Perubahan pola buang air besar, seperti diare berkepanjangan, sembelit yang tidak biasa, atau frekuensi buang air besar yang berubah drastis, juga patut dicurigai.
Selain itu, feses yang menjadi lebih kecil atau terasa tidak tuntas saat buang air besar dapat menjadi sinyal adanya penyumbatan di usus.
Perubahan ini sering terjadi secara perlahan sehingga kerap dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda awal kanker usus.
3. Merasakan keluhan cepat lelah dan cepat capek
Rasa lelah berlebihan yang muncul tanpa aktivitas berat juga perlu diwaspadai.
Kondisi ini bisa terjadi akibat anemia, yaitu kekurangan sel darah merah yang sering dipicu oleh perdarahan kronis di usus.
Akibatnya, tubuh kekurangan oksigen sehingga penderitanya mudah lelah, lemas, dan kurang bertenaga.
Jika keluhan ini berlangsung lama dan tidak membaik dengan istirahat, pemeriksaan lanjutan sangat disarankan.
4. Keluhan nyeri perut atau cramping yang terus menerus
Nyeri perut, kram, atau rasa tidak nyaman di perut yang terjadi terus-menerus bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada usus.
Rasa sakit ini terkadang disertai perut kembung atau sensasi penuh meski makan sedikit.
Jika keluhan nyeri tidak kunjung hilang atau semakin sering muncul, sebaiknya jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter.
Mewaspadai gejala sejak dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan kanker usus.
Pemeriksaan rutin, pola makan sehat, serta gaya hidup aktif menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.