Keunggulan perlahan dibangun hingga akhirnya Amallia/Fadia mampu mengunci gim kedua dengan skor 21-15 dan memaksakan rubber game.
Gim penentuan berlangsung sengit.
Kedua pasangan saling kejar poin dengan tempo cepat dan reli-reli panjang.
Pengalaman serta ketenangan Amallia/Fadia menjadi pembeda di momen-momen krusial.
Dengan penguasaan net yang solid dan variasi serangan yang efektif, pasangan Indonesia berhasil menjaga keunggulan dan menutup gim ketiga dengan skor 21-18, sekaligus memastikan gelar juara.
Usai pertandingan, Amallia Cahaya Pratiwi mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang diraih.
Ia mengaku senang bisa menjadi juara bersama pasangan baru dan menilai kemenangan ini sebagai modal penting untuk menghadapi turnamen selanjutnya.
Amallia juga menegaskan bahwa kekalahan di gim pertama bukan akhir segalanya, selama masih ada kesempatan untuk bangkit di gim berikutnya.
Sementara itu, Siti Fadia Silva Ramadhanti mendedikasikan gelar juara ini untuk Coach Karel, Coach Nitya, serta seluruh tim ganda putri Pelatnas PBSI.
Ia berharap hasil ini bisa memacu kepercayaan diri rekan-rekan lainnya.
Fadia juga mengaku bahagia kembali menjadi juara di Thailand Masters, setelah tahun lalu meraihnya bersama pasangan berbeda.
Dengan kepercayaan dari pelatih dan partner, ia berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik ke depannya.