Kolaborasi itu melibatkan PT Bukit Asam (PTBA) dan PT KAI sebagai pilar transportasi energi, PT Semen Baturaja, Pemerintah Provinsi Sumsel, serta Kementerian Pekerjaan Umum.
“Sinergi ini penting agar tidak ada ego sektoral. Semua pihak harus duduk bersama demi kepentingan Sumatera Selatan dan kelancaran distribusi energi nasional,” ujarnya.
Gubernur berharap proses groundbreaking dapat segera dilaksanakan sebagai bentuk kepastian dan keseriusan dalam pelayanan publik.
Ia mengatakan seluruh flyover tersebut dapat beroperasi penuh pada tahun 2027.
Selain berdampak pada aspek ekonomi, pembangunan flyover ini juga dinilai krusial untuk meminimalkan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang yang selama ini rawan insiden.
Dengan terpisahnya arus kendaraan umum dan jalur kereta api logistik, standar keselamatan diharapkan meningkat secara signifikan.
Hal ini sejalan dengan komitmen Pemprov Sumsel dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, modern, dan berkelanjutan.