Pasangan Indonesia mampu memaksa Pearly/Thinaah terus bergerak dan pontang-panting mengejar bola.
Setelah melalui duel panjang, Ana/Trias akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan tipis 26-24, sebuah hasil yang sangat krusial untuk mengangkat kepercayaan diri.
Memasuki gim kedua, Pearly/Thinaah mencoba bangkit dan sempat unggul tipis 13-14.
Namun, Ana/Trias tidak panik.
Mereka menjaga fokus, memperbaiki rotasi permainan, dan kembali menekan lewat serangan-serangan efektif.
Momentum perlahan berbalik ke tangan wakil Indonesia. Dengan permainan yang semakin solid, Ana/Trias berhasil menyalip perolehan angka dan terus menjauh hingga menutup gim kedua dengan skor 21-17.
Kemenangan ini terasa istimewa karena diraih atas pasangan unggulan tuan rumah di hadapan pendukungnya sendiri.
Ana/Trias membuktikan bahwa mereka mampu mematahkan dominasi Pearly/Thinaah dengan permainan disiplin, mental kuat, dan strategi yang tepat.
Hasil ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi perjalanan mereka di turnamen, mengingat performa yang ditampilkan terlihat sangat meyakinkan.
Dengan kemenangan epik ini, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari berhak melaju ke perempat final.
Mereka kini membawa modal kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi laga-laga selanjutnya, sekaligus membuka peluang untuk melangkah lebih jauh dan kembali mengharumkan nama Indonesia di sektor ganda putri.