Kelaparan Sistemik di Gaza, Butuh Persatuan Umat

Sabtu 02-08-2025,13:00 WIB
Reporter : Ismawati
Editor : Fidiani

Umat harus sadar bahwa membebaskan mereka perlu persatuan dan jihad yang nyata.

Zionis tidak kenal bahasa kemanusiaan, melainkan bahasa perang. 

Butuh Persatuan

Sesungguhnya, persatuan umat Islam dibutuhkan untuk membebaskan Gaza.

Persatuan ini diikat dengan akidah Islam yang kuat.

Sepanjang sejarah, persatuan umat Islam mampu memiliki kekuatan besar membebaskan penjajahan.

Hal ini dengan mewujudkan jihad fii sabilillah (jihad karena Allah Swt.) melalui otoritas kepemimpinan berdasarkan syariat Islam.

Sejarah Islam sarat dengan bukti bahwa persatuan umat mampu mengusir penjajah.

Tanah Palestina dibebaskan di massa Umar bin Khaththab pada tahun 15 H.

Bahkan, kegigihan Khalifah Sultan Abdul Hamid II kepada Zionis adalah bukti bahwa seperti itulah seharusnya sikap seorang pemimpin.

Sultan Abdul Hamid II menolak dengan tegas untuk memberikan sejengkal tanah kepada Yahudi.

Oleh karena itu, dibutuhkan upaya serius menegakkan institusi Islam yang dapat menyatukan negeri-negeri Muslim.

Tragedi kelaparan di Gaza bukanlah sekadar isu kemanusiaan, melainkan panggilan keimanan.

Kita tidak boleh terjebak dengan solusi parsial, misalnya solusi dua negara.

Di tengah-tengah umat harus terwujud persatuan, menyeru kepada pemimpin negeri Muslim untuk membebaskan Palestina.

Kategori :