Namun, salah satu rekannya yang berada di barisan belakang, langsung tancap gas. Dan akhirnya terjatuh ke lumpur lantaran licinnya jalan.
Tak ayal, seragam sekolah yang dia kenakan dipenuhi lumpur. Bahkan kaki kanannya tertimpa sepeda motor.
"Ya beginilah nasib kami kami kalau musim hujan tiba. Anak-anak tiba ke sekolah dengan kondisi seragam kotor. Sepatu berlumpur. Dan jika kurang beruntung, bisa mandi lumpur. Bahkan mengurungkan niat sekolah karena kondisi seragam yang sudah becek," kata Cong, salah satu warga Air Saleh.
Setidaknya, akses jalan utama penghubung antar desa di Kecamatan Air Saleh ini sama memprihatinkannya.
Sedikitnya ada 8 desa yang harus bernasib sama, sulit beraktivitas. Terlebih sekarang ini musim panen.
Petani kesulitan untuk mengangkut padinya ke luar karena kondisi jalan yang sangat parah.
Kedelapan desa itu yakni Desa Salek Mulya, Salek Jaya, Air Solok Batu, Srimulyo Bintaran, Salek Makmur, Salek Agung dan Salek Mukti.
"Ada sekitar 32 Km jalan yang berlumpur yang menghubungkan 8 desa tersebut. Kami berharap Pemkab Banyuasin membangun jalan kami ini. Sehingga aktivitas masyarakat bisa lancar. Perekonomian juga lancar," harapnya.*