Pemprov Sumsel Intensif Tangani Karhutla, 53 Kali Tebar Garam
Sejak Mei 2026, Pemprov Sumsel telah melakukan operasi modifikasi cuaca sebayak 53 kali.--Foto istimewa
HARIANBANYUASIN.COM - Pemprov Sumatera Selatan terus memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.
Berbagai strategi dilakukan untuk menekan penyebaran titik api, mulai dari pemantauan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), penyemaian garam, hingga patroli udara.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pelaksanaan OMC telah dilakukan secara intensif sejak Mei 2026.
BACA JUGA:Karhutla di Sumsel Ditindak Tegas, 17 Tersangka Masuk Proses Hukum
BACA JUGA:Edward Candra Tekankan Pengelolaan Keuangan Daerah Harus Tepat Sasaran
Hingga akhir Agustus, penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl) ke awan telah dilakukan sebanyak 53 kali.
“Kalau ditotal, satu gelombang itu 24 sortie. Sudah 48, sama ini menjadi 53 kali,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, posko induk yang berada di Lanud SMH menjadi salah satu pusat monitoring sekaligus perencanaan penanganan karhutla di Sumsel.
BACA JUGA:Feby Herman Deru Dukung Produk Lokal Saat Kunjungi Gerai TP PKK Muara Enim
BACA JUGA:Feby Herman Deru Evaluasi Program PKK dan Dorong Perlindungan Karya Lokal di Muara Enim
Dari posko tersebut, pelaksanaan OMC terus dipantau untuk menentukan wilayah yang menjadi sasaran penyemaian.
Dalam proses OMC, garam disebarkan ke awan yang memiliki kandungan air dengan harapan dapat membantu memicu pembentukan hujan.
Upaya tersebut menjadi salah satu strategi untuk membantu membasahi wilayah yang terdampak kekeringan dan karhutla.
BACA JUGA:Herman Deru Percepat Listrik Masuk Desa, Gandeng Kementerian Kehutanan dan PLN
Sumber: