Hotspot Karhutla Sumsel Tembus 241 Titik, Ancaman Kebakaran Makin Tinggi
Petugas Manggala Agni berjibaku memadamkan kebakaran di Desa Ibul 1 Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir.--Foto istimewa
HARIANBANYUASIN.COM - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan masih menjadi perhatian serius.
Hingga Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 09.30 WIB, hasil pemantauan menunjukkan terdapat 241 titik hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah Sumsel.
Angka tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan data pada 5 Agustus 2026 yang mencatat 189 titik hotspot.
BACA JUGA:Lidyawati Cik Ujang Dorong Kader PKK Sumsel Perkuat Ketahanan Keluarga melalui Gelari Pelangi
BACA JUGA:Karhutla Meningkat, Empat Daerah di Sumsel Berstatus Zona Oranye hingga Pertengahan Juli 2026
Kondisi ini menjadi peringatan karena sebagian besar wilayah Sumatera Selatan masih berada dalam kategori VERY HIGH, yang menunjukkan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran sangat tinggi.
Sepanjang 2026, tercatat sebanyak 909 kejadian karhutla dengan indikasi luas area yang terdampak mencapai 664,87 hektare.
Data tersebut menunjukkan bahwa ancaman kebakaran masih membutuhkan penanganan serius dan keterlibatan seluruh pihak.
BACA JUGA:Sekda Sumsel Dorong Forum Sinergi GSMP Perkuat Ketahanan Pangan
BACA JUGA:Herman Deru Dorong Pertanian Sumsel Naik ke IP 300, Target Produksi Gabah 5 Juta Ton
Pemerintah bersama unsur terkait terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan.
Sebanyak 11.567 personel telah dilibatkan dalam penanganan karhutla di Sumsel.
Mereka menjalankan berbagai kegiatan, mulai dari patroli wilayah, pemantauan titik panas hingga operasi pemadaman.
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Dorong Drum Band Sumsel Naik Kelas, Bidik Prestasi Internasional
Sumber: