Cik Ujang Tekankan Nilai Muamalah sebagai Kunci Membangun Keluarga Harmonis
Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang--Foto istimewa
HARIANBANYUASIN.COM - Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Cik Ujang menegaskan pentingnya penerapan nilai-nilai muamalah sebagai fondasi dalam membangun keluarga yang harmonis dan kehidupan masyarakat yang rukun.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Organisasi Perempuan Bidang Keagamaan melalui Kajian Tafsir Al-Qur'an di Gedung Perjuangan Wanita, Palembang, Jumat (31/7/2027).
Kegiatan yang digelar Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sumsel itu dihadiri Ketua BKOW Provinsi Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang, Ketua Seksi Kebudayaan dan Bidang Keagamaan Bhayangkari Polda Sumsel Susi Gofar, narasumber Ustadz H. Ahmad Soleh Sakni, Lc., M.A., serta perwakilan organisasi perempuan dan organisasi perangkat daerah (OPD).
BACA JUGA:Herman Deru Andalkan Program 100.000 Sultan Muda pada Asesmen TPKAD Award 2026
BACA JUGA:Herman Deru Harap Alumni SPN Betung DREGS 2006 Jadi Teladan dalam Pengabdian kepada Masyarakat
Ketua BKOW Provinsi Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang mengatakan kajian tafsir Al-Qur'an tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia organisasi perempuan melalui penguatan pemahaman keagamaan.
Menurutnya, tema muamalah sangat relevan karena berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin bulanan sebagai wadah pembinaan dan peningkatan kualitas organisasi perempuan di Sumsel.
BACA JUGA:Herman Deru Apresiasi Kiprah JATMAN dalam Menjaga Ukhuwah Islamiyah dan Persatuan Umat
BACA JUGA:Herman Deru Luncurkan Logo, Maskot Si Bara, dan Theme Song FORPROV II KORMI Sumsel 2026
Dalam sambutannya, Cik Ujang mengapresiasi komitmen BKOW yang terus mendorong peningkatan kualitas perempuan melalui pendidikan keagamaan.
Menurutnya, Islam mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah SWT (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas), sehingga nilai-nilai muamalah harus menjadi pedoman dalam kehidupan.
"Muamalah menjadi pondasi penting dalam membangun keluarga yang harmonis, masyarakat yang rukun, serta kehidupan sosial yang penuh kasih sayang, kejujuran, saling menghormati, dan semangat gotong royong," ujarnya.
BACA JUGA:Bunda PAUD Sumsel Perkuat Kolaborasi dengan BPMP, Dorong Pemerataan Layanan PAUD hingga Desa
Sumber: