Rukam, Buah Liar Hilang tak Berkesan
Buah rukan sekarang mulai langka--doc.istimewa
HARIANBANYUASIN.COM - Ditengah lebatnya hutan dan talang yang dahulu mengelilingi permukiman masyarakat Banyuasin, tumbuh beragam jenis buah liar yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Salah satu di antaranya adalah buah rukam.
Kini buah ini mulai jarang terlihat, tetapi bagi generasi lama Orang Melayu Banyuasin (OMB), rukam menyimpan banyak kenangan tentang masa kecil dan kedekatan mereka dengan alam.
BACA JUGA:Buah Kersen Ternyata Superfood! Di Luar Negeri Dijual Hingga Rp 600 Ribu per Kg
BACA JUGA:Keunikan Rambusa atau Markisa Mini, Buah Liar dengan Rasa Asam Manis yang Menyegarkan
Dikutif dari Banyuasin Pos bahwa, Rukam merupakan buah yang tumbuh pada pohon berduri.
Batangnya dipenuhi duri tajam, sementara buahnya berbentuk bulat kecil dengan ukuran tidak jauh berbeda dari kelereng.
Ketika masih muda, buah rukam berwarna hijau.
BACA JUGA:Trenggulun, Buah Ungu Renyah yang Kini Mulai Langka
BACA JUGA:Dikira Durian, Ternyata Bukan! Cempedak Durian Ini Bikin Pecinta Buah Auto Ketagihan
Seiring bertambah tua, warnanya berubah menjadi merah, lalu merah kkeunguan saat benar-benar matang.
Dahulu, kata Pemerhati Budaya Banyuasin, Irwan P Ratu Bangsawas, pohon rukam banyak ditemukan di pinggir hutan, semak belukar, kebun tua, dan talang.
Anak-anak kampung kerap memanjat atau mengguncang rantingnya untuk menjatuhkan buah yang sudah matang.
BACA JUGA:Dunia Berebut Sukun! Buah Sederhana dari Indonesia Ini Disebut Penyelamat Krisis Pangan Global
Sumber: