Harapan Baru Pencari Kerja! Kampus Didorong Cetak Lulusan Siap Kerja Lewat Kurikulum Berbasis Hasil

Harapan Baru Pencari Kerja! Kampus Didorong Cetak Lulusan Siap Kerja Lewat Kurikulum Berbasis Hasil

Harapan Baru Pencari Kerja! Kampus Didorong Cetak Lulusan Siap Kerja Lewat Kurikulum Berbasis Hasil--

HARIANBANYUASIN.COM - Di tengah ketatnya persaingan kerja, kabar baik datang bagi para pencari kerja di Indonesia. Dunia pendidikan tinggi kini bergerak lebih serius untuk memastikan lulusannya benar-benar siap terjun ke dunia kerja.

Data Badan Pusat Statistik mencatat, tingkat pengangguran Indonesia pada Februari 2025 mencapai 4,76 persen. Menariknya, lulusan perguruan tinggi justru menyumbang 6,30 persen angka pengangguran—sebuah ironi yang kini mulai dibenahi.

Menjawab tantangan ini, SEVIMA bersama LLDIKTI Wilayah XV dan Politeknik Pariwisata Bali menggelar workshop nasional bertajuk “From Outcome to Outshine”. Kegiatan ini menjadi langkah nyata mendorong kampus mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global.

Kampus Mulai Berbenah, Lulusan Jadi Lebih Siap

Workshop yang dihadiri ratusan pimpinan perguruan tinggi ini membahas penerapan kurikulum berbasis hasil atau Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini tidak lagi sekadar fokus pada proses belajar, tetapi pada hasil nyata yang dimiliki mahasiswa setelah lulus.

Pakar pendidikan dari Universitas Trunojoyo Madura sekaligus perwakilan SEVIMA, Wahyudi Agustiono, menegaskan pentingnya perubahan cara pandang kampus.

“Kurikulum bukan sekadar dokumen. Ini tentang bagaimana kampus menjamin mahasiswa benar-benar punya kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja,” ujarnya.

Peluang Kerja Lebih Terarah

Dengan pendekatan OBE, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga disiapkan sesuai kebutuhan industri. Bahkan, peluang kerja global mulai diperhitungkan sejak di bangku kuliah.

Contohnya di sektor kesehatan, kebutuhan tenaga perawat di negara maju terus meningkat. Artinya, mahasiswa bisa dipersiapkan tidak hanya dari sisi ilmu, tetapi juga bahasa dan budaya negara tujuan kerja.

Kolaborasi Jadi Kunci Sukses

Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Adrianus Amheka, menegaskan bahwa keberhasilan mencetak lulusan siap kerja tidak bisa dilakukan kampus sendirian.

“Harus ada kolaborasi antara kampus, dosen, dan industri. Kita tidak lagi bicara lama kuliah, tapi apa yang benar-benar dikuasai lulusan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Ida Bagus Putu Puja. Ia menekankan pentingnya keterlibatan industri dalam penyusunan kurikulum agar lulusan langsung terserap kerja.

Sumber: