Pelaksanaan gladi bersih TKA di SMPN 1 Banyuasin III

Pelaksanaan gladi bersih TKA di SMPN 1 Banyuasin III

pelaksanaan gladi bersih TKA di SMPN 1 Banyuasin III, kegiatan simulasi TKA di SMPN 1 Banyuasin III Banyuasin, persiapan siswa menghadapi TKA di SMPN 1 Banyuasin III, gladi bersih ujian TKA SMP di Banyuasin, kegiatan pendidikan terbaru di SMPN 1 Banyu--

HARIANBANYUASIN.COM - Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Banyuasin  menggelar gladi bersih pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai persiapan sebelum ujian utama dilaksanakan.

Gladi tersebut digelar selama dua hari, mulai tanggal 9-10 Maret, dengan mata pelajaran yang berbeda setiap harinya. Jadwal gladi besih berpedoman pada petunjuk Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).

Demikian dijelaskan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin, Adi Candra saat bincang dengan Harian Banyuasin, Senin 9 Maret 2026.

BACA JUGA:Pererat Silaturahmi, SMAN 3 Banyuasin III Gelar Buka Puasa Bersama

BACA JUGA:Menebar Cahaya Ramadhan Lewat Berbagi Sembako di SDN 12 Talang Kelapa

Dia menjelaskan, pada hari pertama peserta mengikuti gladi untuk mata pelajaran Matematika, sedangkan pada hari kedua untuk Bahasa Indonesia.

"Pelaksanaan TKA jenjang SMP dilaksanakan dua hari, Senin untuk matematika dan Selasa untuk bahasa Indonesia,” ujar dia.

Dalam setiap sesi peserta diberikan waktu selama 75 menit untuk mengerjakan 30 soal bagi jenjang kelas IX untuk tingkat SMP se Banyuasin.

BACA JUGA:Buka Bersama Kelurga Besar SDN 15 Air Kumbang, Sekaligus Pelepasan Guru Pensiun

BACA JUGA:Pesantren Ramadan SMPN 2 Banyuasin III Diisi Gebyar Lomba Seni Islami

Menurut dia, pelaksanaan gladi TKA dilakukan secara serentak di seluruh SMP negeri maupun swasta di Banyuasin. Jadwal tersebut mengacu pada petunjuk Kemendikdasmen.

"Ini kesepakatan semua SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Banyuasin. Jadi jadwalnya sama, Senin dan Selasa,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD dan SMP 2026 dirancang untuk mengukur capaian belajar murid secara terstandar.

Meski tidak bersifat wajib, hasilnya bisa menjadi bahan pertimbangan dalam proses seleksi penerimaan peserta didik baru untuk jenjang berikutnya.

Sumber: