Dari Gulma Jadi Berkah: Eceng Gondok Disulap Jadi Sumber Ekonomi di Kamboja

Dari Gulma Jadi Berkah: Eceng Gondok Disulap Jadi Sumber Ekonomi di Kamboja

Kerajinan eceng gondok membuka lapangan kerja berbasis komunitas, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus memberdayakan perempuan di Kamboja.--

HARIANBANYUASIN.COM - Eceng gondok atau Eichhornia crassipes dikenal sebagai gulma air invasif yang pertumbuhannya sangat cepat.

Dalam waktu singkat, tanaman ini dapat menutupi permukaan sungai dan danau hingga membentuk hamparan hijau tebal.

Akibatnya, sinar matahari sulit menembus air, kadar oksigen menurun, dan kehidupan ikan serta organisme air lainnya terganggu.

BACA JUGA:Rheum Nobile, Tanaman Himalaya yang Tumbuh 30 Tahun dan Mekar Sekali Seumur Hidup

BACA JUGA:Masih Diselimuti Salju, Bunga Ini Nekat Mekar! Rahasianya Bikin Melongo

Aliran air pun tersumbat, memperparah risiko banjir serta menghambat aktivitas nelayan dan transportasi air.

Namun di Kamboja, tanaman yang kerap dianggap sebagai masalah ini justru diubah menjadi peluang.

Alih-alih dibersihkan lalu dibuang begitu saja, eceng gondok dipanen dan dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan tangan bernilai jual tinggi.

BACA JUGA:Bikin Salah Kira! Pohon Raksasa Ini Tampak Seperti Bukit Alami dari Kejauhan

BACA JUGA:Araucaria Araucana, “Neneknya Para Pohon” Penjaga Hutan Purba dari Chili Selatan

Prosesnya dimulai dengan pengangkatan tanaman dari perairan.

Setelah dipanen, eceng gondok dibersihkan lalu dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa hari hingga benar-benar kering.

Batangnya yang telah mengering menjadi lebih kuat dan lentur, sehingga siap untuk dianyam secara manual.

BACA JUGA:Mengenal Baobab, Pohon Penyimpan Ribuan Liter Air yang Bisa Hidup Ribuan Tahun

Sumber: