La Guana del Primiero, Patung 7 Meter dari Sisa Badai yang Bangkitkan Harapan
Patung itu bernama La Guana del Primiero, dengan tinggi sekitar 7 meter, menjulang megah di tengah lanskap pegunungan yang tenang di wilayah Primiero, Italia.--
HARIANBANYUASIN.COM - Di jantung wilayah Primiero, Italia, berdiri sebuah karya seni monumental yang memikat perhatian siapa pun yang melihatnya.
Patung itu bernama La Guana del Primiero, dengan tinggi sekitar 7 meter, menjulang megah di tengah lanskap pegunungan yang tenang.
Lebih dari sekadar instalasi seni, patung ini menyimpan kisah tentang kehancuran, harapan, dan kebangkitan alam.
BACA JUGA:Bikin Merinding! Inilah Brinicle, Es Misterius yang Dijuluki Jari Kematian Laut Kutub
BACA JUGA:Mirip Lukisan Claude Monet, Kolam Ini Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia
La Guana del Primiero merupakan karya seniman Italia, Marco Martalar.
Ia dikenal karena kemampuannya mengolah kayu-kayu bekas menjadi karya seni berskala besar yang sarat makna ekologis.
Patung ini dibuat dari akar dan batang pohon yang tumbang akibat Badai Vaia pada tahun 2018.
BACA JUGA:Dijuluki Kota di Atas Awan, Rotondella Tawarkan Keindahan Alam yang Sulit Dilupakan
BACA JUGA:Bikin Heboh! Mount Paltry Dijuluki Gunung Paling Kecil di Dunia, Tingginya Cuma 7 Cm
Badai dahsyat tersebut menghantam kawasan Pegunungan Alpen dan merobohkan jutaan pohon dalam waktu singkat, meninggalkan luka mendalam bagi ekosistem setempat.
Alih-alih membiarkan kayu-kayu itu membusuk atau dibuang sebagai limbah bencana, Marco Martalar mengubahnya menjadi simbol kehidupan baru.
Dari potongan-potongan akar yang kusut dan batang yang patah, lahirlah sosok La Guana—figur legendaris yang dipercaya masyarakat Primiero sebagai roh penjaga alam.
BACA JUGA:Naik Kereta Sambil Menikmati Pegunungan? Ini 5 Stasiun KA Tertinggi di Indonesia
Sumber: