Bahaya Konsumsi Telur Setengah Matang dan Kelompok yang Sebaiknya Menghindarinya
--
HARIANBANYUASIN.COM - Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang mudah didapat, terjangkau, dan kaya nutrisi.
Di dalam telur terkandung protein berkualitas tinggi, vitamin A, D, B12, serta mineral seperti zat besi dan selenium.
Namun, cara pengolahan telur sangat menentukan keamanan konsumsinya.
BACA JUGA:Manfaat Singkong bagi Ibu Hamil, Sumber Energi Alami yang Menyehatkan
BACA JUGA:Jangan Disepelekan! Syaraf Terjepit Bisa Berujung Lumpuh, Simak Gejala dan Solusinya
Salah satu kebiasaan yang masih sering ditemui adalah mengonsumsi telur setengah matang, baik dalam bentuk telur rebus lembek, telur ceplok dengan kuning cair, maupun campuran dalam minuman atau makanan tertentu.
Di balik rasanya yang lezat, konsumsi telur setengah matang menyimpan berbagai risiko kesehatan.
Bahaya utama dari telur setengah matang adalah potensi terkontaminasi bakteri Salmonella.
BACA JUGA:Mirip Tapi Tak Sama! Ini 6 Cara Membedakan Bersin Karena Flu dan Alergi
BACA JUGA:Lebih Aman yang Mana? Talenan Plastik atau Kayu, Ini Jawabannya
Bakteri ini dapat terdapat pada cangkang telur maupun di dalam bagian telur itu sendiri.
Proses pemanasan yang tidak sempurna tidak mampu membunuh bakteri tersebut.
Jika masuk ke dalam tubuh, Salmonella dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala seperti diare, mual, muntah, demam, kram perut, dan sakit kepala.
BACA JUGA:Ikan Gabus, Sumber Protein Alami dengan Manfaat Besar bagi Kesehatan
BACA JUGA:Manfaat Mengonsumsi Daun Katuk bagi Ibu Hamil, Kaya Nutrisi dan Baik untuk Janin
Pada kondisi tertentu, infeksi ini bisa berlangsung cukup berat dan memerlukan perawatan medis.
Selain risiko infeksi bakteri, telur setengah matang juga mengandung protein avidin yang masih aktif.
Avidin dapat mengikat biotin (vitamin B7) dan menghambat penyerapannya dalam tubuh.
Jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menyebabkan kekurangan biotin yang ditandai dengan rambut rontok, kulit kering, dan gangguan metabolisme.
Beberapa kelompok masyarakat sangat dianjurkan untuk menghindari konsumsi telur setengah matang karena risiko komplikasinya lebih tinggi.
1. Ibu hamil
Infeksi Salmonella pada ibu hamil tidak hanya membahayakan kesehatan ibu, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi janin.
Kedua, bayi dan anak-anak. Sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sempurna sehingga lebih rentan terhadap infeksi bakteri.
2. Lansia dan Orang dengan Sistem Imun Lemah
Seperti penderita diabetes, pasien kanker, penderita HIV/AIDS, serta orang yang sedang menjalani terapi tertentu.
Pada kelompok ini, infeksi bakteri dapat berkembang lebih cepat dan menimbulkan komplikasi serius.
3. Penderita Gangguan Pencernaan
Selain itu, penderita gangguan pencernaan juga sebaiknya menghindari telur setengah matang karena dapat memperparah keluhan yang ada.
Sebagai langkah pencegahan, telur sebaiknya dimasak hingga matang sempurna, baik putih maupun kuningnya.
Dengan cara ini, manfaat gizi telur tetap dapat diperoleh tanpa harus mengorbankan kesehatan.
Mengutamakan keamanan pangan adalah kunci untuk menjaga tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit.
Sumber: