Cegah Risiko Keracunan, Dokkes Polres Banyuasin Periksa Makanan Penerima Program Food Security

Cegah Risiko Keracunan, Dokkes Polres Banyuasin Periksa Makanan Penerima Program Food Security

--

HARIANBANYUASIN.COM — Guna mencegah risiko keracunan makanan dan menjamin keamanan pangan bagi masyarakat, Tim Seksi Dokter Kesehatan (Dokkes) Polres Banyuasin melaksanakan pemeriksaan makanan melalui metode Uji Organoleptik, Jumat (30/1/2026) pagi.

Kegiatan ini berlangsung di dapur umum SPPG 1 Biyuku Polres Banyuasin mulai pukul 07.30 WIB, melibatkan personel Dokkes, ahli gizi, serta pengelola dapur. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari komitmen Polres Banyuasin dalam mendukung program Food Security dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Pemeriksaan tersebut dinilai sangat krusial karena makanan yang disiapkan akan didistribusikan kepada 3.063 penerima manfaat yang berasal dari 13 institusi pendidikan dan Posyandu di Kecamatan Suak Tapeh. Penerima manfaat meliputi siswa PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, serta balita dan ibu di Posyandu.

Adapun menu yang diperiksa terdiri dari nasi putih, ayam teriyaki, tempe orek, tumis kacang panjang wortel, serta buah anggur. Menu disajikan dalam dua varian porsi, yakni porsi besar dan porsi kecil, dengan komposisi gizi yang telah dihitung secara cermat oleh ahli gizi, Resta Dwi Permata, Amd.Gz.

Dalam uji organoleptik, petugas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik makanan, meliputi bentuk, warna, aroma, tekstur, dan rasa. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa makanan berada dalam kondisi layak konsumsi serta bebas dari indikasi kerusakan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh menu dinyatakan dalam kondisi normal dan memenuhi standar keamanan pangan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan makanan secara organoleptik, semua menu dinyatakan normal. Dengan demikian, makanan ini aman untuk dikonsumsi oleh seluruh penerima manfaat,” jelas Tim Dokkes Polres Banyuasin dalam laporannya.

Kegiatan ini mencerminkan peran aktif Polri, khususnya Polres Banyuasin, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat, terutama bagi generasi muda dan anak-anak usia sekolah.

Melalui pengawasan ketat terhadap kualitas makanan, diharapkan risiko gangguan kesehatan dapat dicegah sejak dini, sehingga program pemenuhan gizi berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sumber: