Bersama Andespin Rawat Laut Pesisir Selatan Sebagai Sumber Penghidupan

Bersama Andespin Rawat Laut Pesisir Selatan Sebagai Sumber Penghidupan

--

HARIANBANYUASIN.COM - Sebagai negara maritim dengan luas lautan mencapai dua per tiga dari total wilayah secara keseluruhan, kekayaan laut Indonesia tentu tak perlu diragukan.

Namun, semua ini bisa menghilang begitu saja jika tidak mendapatkan perawatan.

Sebagai upaya menjaga laut Indonesia, David Hidayat memprakarsai pendirian Anak Desa Sungai Pinang (Andespin) di sekitar Pesisir Selatan, tepatnya di wilayah Sungai Pinang, Sumatera Selatan.

Suatu gerakan untuk merawat mangrove, terumbu karang, dan memberdayakan masyarakat pesisir agar laut kembali menjadi sumber kehidupan

Berawal dari menyelam, David sadar kehidupan laut yang terancam.

Lahir dan besar di Desa Sungai Pinang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, David terbiasa melihat hamparan biru laut menjadi sumber kebahagiaan sekaligus kehidupan warganya.

Ketika beranjak dewasa, minatnya pada dunia bawah laut membuat David membentuk komunitas selam.

Namun, niat itu berubah ketika David menyaksikan langsung kondisi terumbu karang dan pesisir di daerahnya yang kian kritis.

Penebangan mangrove secara masif, pencemaran laut, serta praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan telah meninggalkan jejak kerusakan.

Alhasil, ekosistem bawah laut yang semestinya kaya justru terlihat gersang.

Awalnya David sempat mendapat tekanan dari orang tua yang berharap dia bekerja kantoran.

Namun, David berupaya meyakinkan bahwa potensi lokal, yaitu laut dan sumber daya pesisir bisa dikembangkan dengan cara berkelanjutan.

Titik awal gerakan nyata muncul ketika David yang baru lulus dari jurusan Ilmu Perikanan dan Kelautan di Universitas Bung Hatta (2016) kembali ke kampung halaman.

Bersama masyarakat sekitar, David membentuk kelompok selam yang kemudian bertransformasi menjadi gerakan kolektif Anak Desa Sungai Pinang (Andespin)

Sumber: